API adalah aturan dan antarmuka yang memungkinkan perangkat lunak memakai data atau fungsi dari perangkat lunak lain. Kepanjangannya adalah Application Programming Interface, atau antarmuka pemrograman aplikasi. Melalui API, aplikasi kasir dapat meminta informasi stok dari sistem gudang tanpa petugas membuka kedua aplikasi dan menyalin angkanya.
Bagi pemilik usaha yang sedang membicarakan integrasi dengan pengembang, memahami konsep ini membantu memperjelas kebutuhan. Ada tiga hal yang perlu dibedakan sejak awal: data apa yang tersedia, tindakan apa yang diizinkan, dan kapan pertukaran data berlangsung.
Apa Fungsi API?
API menyediakan cara yang disepakati untuk mengakses kemampuan sebuah sistem. Kesepakatan tersebut biasanya dijelaskan dalam dokumentasi: permintaan yang boleh dikirim, format data, persyaratan akses, serta bentuk jawaban yang akan diterima.
Pengembang dapat memakai fungsi yang sudah tersedia tanpa membangun ulang seluruh sistem penyedianya. Pengguna akhir cukup bekerja melalui aplikasi yang mereka kenal. API sendiri umumnya digunakan oleh program; antarmuka pengguna, seperti tombol dan formulir, digunakan oleh manusia.
API juga tidak sama dengan database. Database menyimpan data, sedangkan API menentukan cara program meminta data atau menjalankan suatu fungsi. Sebuah API dapat memeriksa izin dan aturan bisnis sebelum aplikasi memperoleh hasilnya.
Bagaimana Cara Kerja API?
Untuk API web, pola sederhana yang umum adalah request–response: satu aplikasi mengirim permintaan melalui jaringan, lalu sistem tujuan memberikan respons. Berikut ilustrasi pengecekan stok, bukan laporan implementasi klien:
- Aplikasi kasir meminta stok barang. Permintaan menyertakan kode barang dan lokasi gudang yang ingin diperiksa.
- Sistem tujuan memeriksa permintaan. Sistem memastikan formatnya benar serta aksesnya diizinkan bila operasi tersebut memerlukan autentikasi dan otorisasi.
- Aturan bisnis dijalankan. Misalnya, stok yang boleh dijual dihitung setelah memperhitungkan barang yang sudah dipesan.
- Respons dikirim kembali. Aplikasi menerima jumlah yang tersedia atau informasi kesalahan, kemudian menampilkannya kepada pengguna.
Alamat tujuan suatu operasi sering disebut endpoint. Pada banyak API web, data dikirim dalam format JSON, yaitu format teks terstruktur yang dapat dibaca program. Namun, API memiliki beragam bentuk dan tidak semuanya bekerja melalui internet atau memakai JSON.
Contoh API Dalam Aplikasi Sehari-Hari
- Pengecekan ongkos kirim: toko mengirimkan informasi pengiriman yang diperlukan, lalu menampilkan pilihan layanan dan tarif dari penyedia logistik.
- Pembayaran: aplikasi membuat permintaan pembayaran kepada penyedia layanan dan memperoleh informasi untuk melanjutkan transaksi. Pembuatan permintaan belum berarti pembayaran berhasil.
- Peta: aplikasi menggunakan layanan peta untuk menampilkan lokasi atau memperoleh informasi rute sesuai kemampuan layanan tersebut.
- Pesanan dan gudang: sistem penjualan menyampaikan data pesanan agar aplikasi gudang dapat memprosesnya menurut alur yang disepakati.
Jika ingin memahami sistem bisnis yang dapat dihubungkan, baca pengertian dan cara kerja ERP. Adapun panduan integrasi SaaS membahas pilihan metode untuk menghubungkan aplikasi cloud.
Jenis API Yang Perlu Dikenal Pemula
Berdasarkan sasaran penggunanya, API dapat disediakan untuk tim internal, mitra tertentu, atau pengembang umum. API publik berarti antarmukanya ditawarkan kepada pihak luar; aksesnya tetap dapat memerlukan pendaftaran, kredensial, kuota, atau biaya sesuai ketentuan penyedia.
Dari sisi rancangan teknis, Anda mungkin menemukan istilah REST, SOAP, atau GraphQL. Ketiganya merupakan pendekatan yang berbeda untuk menyediakan antarmuka. REST sering dijumpai pada API web. Pemilihan pendekatan perlu mengikuti kebutuhan dan kemampuan sistem, bukan anggapan bahwa satu istilah selalu paling baik.
Manfaat Dan Batasan API
API dapat mengurangi penyalinan data dan memungkinkan aplikasi bekerja bersama. Akan tetapi, memiliki API belum menjamin semua data langsung sinkron. Kecepatan pembaruan bergantung pada rancangan integrasi, ketersediaan layanan, batas permintaan, serta mekanisme pengiriman atau pengambilan data.
Kesalahan juga masih mungkin terjadi: kode produk berbeda, akses kedaluwarsa, koneksi terputus, atau permintaan yang sama terkirim ulang. Karena itu, integrasi perlu memeriksa hasil, mencatat kegagalan, dan menangani pengulangan tanpa menggandakan transaksi. Data yang keliru pada sumbernya tetap memerlukan perbaikan.
Apa Yang Perlu Ditanyakan Sebelum Menggunakan API?
Mulailah dari satu alur, misalnya pengiriman pesanan dari toko ke gudang. Tanyakan kepada penyedia dan pengembang:
- Apakah API menyediakan data dan tindakan yang dibutuhkan, termasuk memperbarui atau membatalkan transaksi?
- Sistem mana yang menjadi sumber utama, dan bagaimana kode barang atau pelanggan dicocokkan?
- Bagaimana izin akses, kuota, biaya, serta perubahan versi dikelola?
- Siapa yang memantau kegagalan dan memperbaiki data yang tertunda?
Jawaban tersebut membantu menentukan apakah kebutuhan cukup diselesaikan dengan integrasi yang tersedia atau memerlukan pengembangan tambahan. Untuk pertanyaan awal mengenai layanan Layana, hubungi Stella melalui WhatsApp di 0818-0425-1557.
Referensi teknis: MDN: Introduction To Web APIs, IBM: Pengantar API, dan AWS: API RESTful.